Jangan Cintai Aku Apa Adanya!

Jangan Cintai Aku Apa Adanya..

Kayak judul lagu Tulus ya? Iya emang.. Hahaha. Apa hubungannya lagunya Tulus sama postingan ini? Jadi gini ceritanya..

Di bulan Desember ini kan usia saya menginjak kepala 3 (masih bisa disebut mamah muda nggak sih? hahaha), terus tiba-tiba suami memberikan kejutan! Buat yang udah ngebayangin kalau kejutannya berupa surprise party, surprise dinner berdua aja, tiket pesawat ke luar negeri atau hadiah berupa barang mewah.. Anda salah! Iya, kejutan yang satu ini memang bukan sesuatu yang dapat diduga atau dibayangkan sebelumnya. Setelah mengucapkan doa, memberikan pelukan dan ciuman, dia bilang..

“Aku pengen nuntut kamu yah!”

Reaksi denger resolusi 2018 dari suami
I was lyke… Hah?! Nuntut apaan nih?! Kok tiba-tiba begini sih?! (source here)

“Nuntut apaan?” ujar saya mencoba stay cool biar nggak kelihatan penasaran, but deep inside sih deg-degan parah dengan jawaban dia nantinya.

“Iyaa.. kamu kan udah masuk kepala 3, bentar lagi kita juga punya 2 anak. Aku cuma pengen kita jadi pribadi yang lebih baik aja kedepannya, jadi setelah aku menuntut kamu melakukan sesuatu, kamu juga boleh kok melakukan hal yang sama ke aku. Kayak lagunya Tulus..”

Terus dia lanjut nyanyik… hvft.

 

Jangan cintai aku, apa adanya, jangan..

Tuntutlah sesuatu, biar kita jalan ke depan..

Ekspresi denger suami nyanyik - resolusi 2018
Ekspresi denger suami nyanyik. (source here)

Tuntutan Resolusi 2018 dari suami untuk saya..

Setelah mendengarkan dengan detail ‘tuntutan’nya, saya mau nggak mau menyanggupi. Awalnya saya ragu sih sama diri saya sendiri, karena sejujurnya resolusi di tahun 2018 nanti yang terpikir adalah seputar persalinan kedua saja. Tapi akhirnya saya mau dan yakin untuk melakukannya karena deadline yang diberikan oleh suami sampai setahun kedepan DAN saya bisa ‘menuntut balik’ suami! YEAY!  *dih, gitu pamrih :p *ini bukan pamrih ya tapi biar fair aja hahaha. Ini dia resolusi 2018 dari suami untuk saya:

1. Bisa Lancar Menyetir Mobil Secara Manual dan Dapat SIM A

Saya pernah belajar menyetir mobil baik itu matic dan manual, tapi belom pernah sampai bikin SIM. Hahaha. Kalau nyetir motor sih nggak usah ditanya lah skillnya, berani diadu sama emak-emak yang hobi sen kanan tapi belok ke kiri #ape. Dulu belajar nyetir sendiri eh nggak sendiri sih tapi diajarin dan ditemenin mantan #eaak, berhubung udah putus jadi ya belajarnya udahan juga. Terus lanjut lagi nih belajar nyetir sama orang yang jadi suami saya sekarang, tapi berhenti karena trauma setelah hampir nabrak gerobak tukang bakso di depan masjid.

resolusi 2018 - Belajar nyetir sebelum insiden hampir nabrak gerobak tukang bakso
Belajar nyetir sebelum insiden hampir nabrak gerobak tukang bakso. (source here)

 

resolusi 2018 - Belajar nyetir setelah insiden hampir nabrak tukang bakso
Belajar nyetir setelah insiden hampir nabrak tukang bakso. (source here)

Iya saya tahu, dia pasti ingin saya nggak terus-terusan takut dan parno menyetir mobil. Apalagi mobilitas saya di luar rumah mulai agak lumayan, dia masih suka khawatir sih kalau saya pergi naik transportasi online apalagi sambil bawa anak.

 2. Menulis In-Depth Article Di Blog

Suami yang juga seorang Senior Writer sekaligus berperan sebagai Editor in Chief di setiap postingan advertorial saya meminta saya untuk menulis in-depth articledari istilahnya aja terdengar ‘berat’ buat saya.

resolusi 2018 yang sungguh mencengangkan
I was like(source here)

Saya sempet tuh nyeletuk, “Buset, udah kayak bikin skripsi dong aku!”

Yang dibalas dia dengan santai, “Yaaa, nggak segitunya harus kayak skripsi sih. Cukup artikel doang kok, lagian kamu kan masih punya cita-cita buat ngelanjutin S2 tuh. Sekalian latihan aja kayak bikin tesis!” sambil ngasih referensi website yang sering memuat artikel berbobot. 

resolusi 2018 - oke bos
*sigh* (source here)

Persiapan Mewujudkan Resolusi 2018

Cuma 2 ‘tuntutan’ sih tapi (kayaknya) bakalan butuh banyak persiapan untuk mewujudkan hal tersebut sebelum 366 hari berakhir. Tapi akan saya rangkum ke 3 poin di bawah ini ya..

 1. Manajemen Waktu Yang Baik

Nah di sini lah tantangan terberatnya karena kesibukan saya akan bertambah dengan kehadiran anggota baru di keluarga kecil kami dan sejumlah kegiatan freelance saya. Saya harus bisa membagi 24 jam untuk mengurus keluarga, diri sendiri dan pekerjaan. Bakalan nambah lagi reminder di kalender dan mengubah jadwal untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa mengganggu satu dan lainnya. Very challenging!

resolusi 2018 - manajemen waktu
Banyak yaa PRnya (source here)

Until we can manage time, we can manage nothing else

(Peter F. Drucker)

2. Siapkan Support System Yang Baik

Terkadang ada hal-hal yang nggak bisa kita kerjakan sendirian dan untuk mengatasi agar kita nggak kelelahan akibat overload task/overwork, komunikasikan dengan pasangan tentang menyiapkan support system untuk membantu kita. Misalnya untuk tugas rumah tangga dan mengurus anak bisa melibatkan suami atau bahkan anggota keluarga lain di rumah jika suami juga sedang tidak bisa membantu.

3. Menjaga Kesehatan

Waini, faktor paling penting dan utama yang justru paling sering terlupakan! Menjaga kesehatan bisa dalam bentuk memberi asupan makanan bergizi untuk tubuh, pola makan teratur, istirahat yang cukup, mulai olahraga lagi dan minum vitamin secara teratur. Berhubung di tahun depan saya akan melakukan persalinan kedua dan butuh vitamin yang bagus untuk mengembalikan daya tahan tubuh dan mempercepat masa penyembuhan, saya sedia Theragran-M di daftar wajib yang harus dibawa saat bersalin nanti!

resolusi 2018 - menajaga kesehatan
Noted (source here)

Kenapa Theragran-M? Karena..

– Dijamin halal karena ada sertifikat dari MUI di bungkusnya.

– Theragran-M sudah ada sejak tahun 1976, which is, sudah sangat senior yaa di dunia per-vitamin-an ini.

– Dengan kombinasi multivitamin dari A sampai Z (gak deng, pokoknya vitaminnya lengkap deh) dan juga mineral esensial, Theragran-M udah pasti berfungsi penting dalam meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh.

– Harganya sangat terjangkau buat dompet buibuk yang doyan belanja online shop kayak saya. Ehe.

Nah cocok banget kan dikonsumsi oleh orang yang lagi sakit atau sedang dalam masa penyembuhan.

Sedia Theragran-M untuk mewujudkan resolusi 2018!
Sedia Theragran-M untuk mewujudkan resolusi 2018!

Dengan sejumlah kegiatan dan prioritas baru nantinya tentu saya nggak ingin sakit berlama-lama dong ya!

Semoga bisa terwujud ‘tuntutan’ eh resolusi 2018 dari suami dengan lancar dan pengennya sih bisa terwujud di pertengahan tahun *ngarep duluan, berusaha kemudian*

By the way, ada nggak sih yang kayak saya juga, dapet tambahan resolusi 2018 dari suami atau mungkin dari orang terdekatnya? Share ya resolusi 2018 versi kalian di kolom comment!

 

**Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.**

**source featured image here**

Comments

    1. diniisme Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *