Merawat Tubuh Pasca Melahirkan

Kembali ke rutinitas bersama newborn yang membuat saya cukup jetlag beberapa hari terakhir ini, akhirnya bisa curi-curi waktu untuk nulis lagi. Kali ini mau berbagi tentang tips merawat diri setelah melahirkan ah..

Nggak dipungkiri kalau setelah melahirkan (secara spontan) banyak sekali perubahan yang terjadi pada tubuh (kecuali berat badan yang belum balik ke waktu sebelum hamil, hiks). Nah, anggota tubuh yang mana aja sih yang harus kita rawat setelah melahirkan?

Merawat tubuh pasca melahirkan (secara spontan) dimulai dari..

1. Organ Intim

Kebetulan di persalinan yang kedua ini tidak terdapat robekan pada perineum saya, tapi bukan berarti nggak ada luka dan lecetnya ya. Kalau dari bidannya ada wejangan nggak boleh duduk sila selama 40 hari atau masa nifas, duduk yang anggun dan bergerak perlahan jangan secara tiba-tiba atau buru-buru. Buat saya yang grasak-grusuk, wejangan ini tentunya agak sulit dilakukan hahaha. Terus harus rajin pipis dan ganti pembalut maksimal 4 jam sekali, kecuali saat tidur di malam hari.Yang nggak boleh lupa juga, HARUS rajin senam kegel! Sehari lakukan 5 kali dalam 5 set gerakan, dalam 1 set gerakan harus ditahan selama 7 hitungan atau 7 detik. Lebih sering sih lebih bagus lagi, hal ini untuk membantu memulihkan otot-otot pada area organ intim dan membantu rahim kembali ke tempatnya semula.

2. Kulit

Ada stretch mark membandel pada kulit? Jangan jadi males ya untuk olesin pelembab atau oil untuk memudarkan bekasnya. Lakukan pemijatan ringan pada tubuh juga membantu melemaskan otot-otot yang masih terasa tegang/pegal pasca melahirkan. Istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan minum air putih yang cukup agar kulit terjaga kesehatannya.

buka mata buka cerita - spa time
spa-time is always be the best me-time.

3. Mata

Loh emang kenapa sampe harus merawat mata segala setelah melahirkan? Soalnya mata ini organ tubuh yang nggak kalah penting dengan yang lain tapi kita suka lupa dan abai untuk menjaga kesehatannya. Apalagi selagi menyusui ini biar mamak gak bosen dan stres, gawai dan laptop selalu jadi temen tiap harinya. Nah, bisa bahaya tuh kalau mata gak dirawat dan kita terus menerus terpapar gawai, bukan nggak mungkin kita bisa kena iritasi mata atau gangguan kesehatan mata lainnya.

Pentingnya menjaga kesehatan mata ini bikin saya ingat tanggal 12 Maret lalu sebelum lahiran, saya datang ke acara Press Conference dan Penayangan Perdana Film Mini Dokumenter “Buka Mata, Buka Cerita” di XXI Lounge Plaza Senayan.

Pada acara tersebut, nggak cuma seputar menjaga kesehatan mata aja yang dibahas tapi dibahas juga tentang kolaborasi seru antara Insto, teh Nia Dinata (cie ikrib) dan 9 anak muda sebagai co-director yang terpilih dari hasil seleksi ribuan peserta di berbagai kota di Indonesia. Kesembilan finalis berasal dari Bandung, Subang, Bekasi, Tangerang, Solo, Yogyakarta dan Pontianak. Mereka pulang ke tempat masing-masing sambil membawa Snapchat Spectacles. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah film mini dokumenter pertama di Indonesia yang menggunakan Snapchat Spectacles untuk pengambilan gambarnya.

buka mata, buka cerita
Salah fokus ke Dion Wiyoko 😀

 

Dengan menggunakan Snapchat Spectacles ini, kita bisa mengambil gambar dari berbagai angle sesuai sudut pandang kita, ada lensa kamera yang autofocus pada gagang kacamatanya yang bisa digunakan selagi kita jalan-jalan. Apa yang kita rekam sesuai dengan apa yang kita lihat, hasilnya bisa langsung dipindahkan ke handphone menggunakan koneksi nirkabel atau bluetooth, terus langsung edit deh! Fleksibel dan praktis banget kan! Tapi jangan dipakai untuk stalking mantan yak! #eaak

buka mata, buka cerita

 

Keunikan lain adalah sudut pandang yang kita gunakan belum tentu sama dengan orang lain, bisa jadi momen yang kita ambil membuat kita merasa terharu, tapi belum tentu orang lain akan merasakan hal yang sama saat melihat momen itu.

buka mata, buka cerita

 

Dengan sudut pandang yang berbeda ini ternyata menghasilkan karya yang memiliki cerita unik dan juga berkualitas. Hasil kolaborasi antara teh Nia Dinata, Insto dan 9 anak muda tersebut dapat dilihat di sini. Film dokumenter favorit saya adalah Yang Berdiri Sejak Lama dan Pohaci. Dion Wiyoko yang juga hadir memberikan komentar positifnya (lupa detailnya karena salah fokus duluan, maklum ngefans 😀) yang intinya mengapresiasi karya dari para peserta.

buka mata, buka cerita
Mz Dion, tatapanmu itu loh mz! *yang diliat mz Dion siapa, yang melting liat tatapannya malah saya*

 

Ternyata, dari 9 film mini dokumenter tersebut dipilih 3 cerita terbaik, guess what, 2 video favorit saya terpilih menjadi pemenang! SELAMAT YHA!

buka mata buka cerita
Berharap jadi pemenang juga biar bisa foto bareng Dion Wiyoko. #teteup #konsisten

Juara 1: Yang Berdiri Sejak Lama oleh Ghafara Difa Harashta dari Bandung,

Juara 2: Di Bawah Fly Over oleh Yudhisira Tegar Hermawan dari Tangerang dan,

Juara 3: Pohaci oleh Sri Sulistiyani dari Subang.

 

Tujuan kegiatan pembuatan film mini dokumenter “Buka Mata, Buka Cerita” ini merupakan kepedulian Insto terhadap generasi muda, agar mereka secara jernih melihat, merekam dan “membuka mata” terhadap berbagai peristiwa di kehidupan sehari – hari. Insto dan Nia Dinata ingin mengedukasi generasi muda dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempelajari ilmu perfilman dan pentingnya menjaga kesehatan mata. Gimana mau bikin film yang bagus kalau mata kita dalam keadaan yang nggak fit. Jangankan bikin film, aktivitas apapun akan terganggu kalau kita mengalami iritasi mata. Sayangnya, nggak banyak orang yang aware soal pentingnya menjaga kesehatan mata ini.

buka mata buka cerita
Yah, udahan deh liat Dion Wiyokonya 🙁

Banyaknya dampak positif dari program ini membuat saya berharap akan ada “Buka Mata, Buka Cerita” tiap tahunnya atau program lain dari Insto yang juga positif dan melibatkan generasi muda untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

4. Payudara

Di persalinan sebelumnya saya sempat mengalami payudara mengeras dan membengkak ternyata ini akibat dari saluran air susu yang tersumbat. Jadi, kali ini saya lebih sering mengompres payudara dengan air hangat sambil memijat pelan area payudara supaya tidak ada saluran yang tersumbat. Saya sedia krim juga untuk jaga-jaga ketika puting luka/lecet, tapi sebenarnya puting yang luka/lecet bisa sembuh sendiri dengan ASI. Gunakan juga bra yang nyaman untuk menyusui ya.

buka mata buka cerita - payudara
Ekspektasi. Realitanya.. ah sudahlah tak usah ditanya :))

 

Nah, selain yang disebutkan di atas, ada lagi nggak anggota tubuh lain yang harus dirawat juga setelah melahirkan? Atau ada tips perawatan tubuh lainnya, boleh share di sini ya!

 

Comments

  1. Devi Susanti

    Terimakasih sharing nya, sangat bermanfaat.
    setuju banget mbak, habis melahirkan memang butuh perawatan, terkadang banyak orang yg melalaikannya sehingga tubuhnya melar.

    1. diniisme Post
      Author
  2. Sri Dewi Suryana

    Iya setuju sekali,perawatan tubuh setelah melahirkan memang perlu,terkadang byk org yg tdk peduli sama tubuhnya setelah melahirkan.artikelnya bermamfaat sekali dan membantu,terima kasih

    1. diniisme Post
      Author
    1. diniisme Post
      Author
  3. Diah

    setuju banget mbak, habis melahirkan memang butuh perawatan. dan yang sering banget luput adalah bagian mata, padahal penting .

    1. diniisme Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *