Racauan

Kuliah Sambil Kerja, Why Not?

Beberapa waktu lalu, saya dan suami terlibat pillow talk yang cukup berat, tentang bagaimana kami ingin anak kami tidak hanya memiliki sarana pendidikan yang bagus dan jenjang pendidikan yang tinggi tapi juga dapat teredukasi dengan baik. Karena.. “Gak semua yang berpendidikan tinggi dan bagus dapat teredukasi dengan baik, terlebih perihal attitude dan manners-nya” ~ @diniisme Well, in …

My Dear, Second Lead.. – Part 1

Terkadang cuma gara-gara udah terlanjur jatuh hati sama si second lead  dan ikutan nyesek banget waktu si second lead nggak bisa jadian sama pemeran utama, ada drama Korea yang pengen banget kita bikin endingnya sendiri (kita, elo doang kali, Din) atau pengen kita ubah endingnya supaya si second lead bisa jadian sama si pemeran utama. Hvft. Saya jatuh hati …

Jangan Bilang Aku Payah!

Saat ini, aku memang belum suka sayuran dan buah-buahan. Mungkin nanti juga tidak akan menyukainya. Mungkin nanti akan menyukai salah satunya. Atau bahkan menyukai keduanya.   Saat ini, aku memang belum bisa berjalan. Tapi, hei, lihat aku sudah bisa berdiri sendiri tanpa bantuan. Aku yakin sebentar lagi kaki ini akan mulai melangkah dan bahkan berlari …

Pilihan.

Gerimis berganti menjadi hujan yang deras. Hanya ada kita berdua yang sedang menunggu hujan reda. Kita tak lagi bertatapan sambil berdekapan. Kita bahkan segan untuk duduk berdekatan. Tak ada genggaman tangan. Tak ada lagi tawa hangat diselingi kecupan ringan. Tak ada kata, tak ada suara. Tapi itulah yang membuat kita sama-sama lelah. Tenaga yang tersisa …

Reply 1988, Drama Korea Terbaper.

Di saat yang lain ‘demam’ drama Korea Goblin, saya malah lagi baper-bapernya sama drama Korea Reply 1988. Iyaaa telat banget emang… tapiiii.. mendingan telat nonton kan ya daripada telat ngangkat? #ehgimana? *telat ngangkat cucian yang lagi dijemur pas hujan turun sodara-sodara, tolong pikirannya jangan kemana-mana* Ceritanya sih sambil nungguin episode selanjutnya Goblin, saya selang deh nonton draKor …

Percakapan Saat Hujan.

“Jangan hujan-hujanan, nanti sakit lho!” Raut wajahnya yang semula ceria berubah menjadi cemberut. Namun ia tidak beranjak, tangannya tetap menadahi tetesan air hujan yang turun dari pinggiran atap. “Kalau gitu, tanah, batu, bunga, dan pohon juga nanti sakit dong? Kan mereka kehujanan.” Buni terdiam. Menghela nafas panjang. “Tanah, batu, bunga dan pohon nggak akan sakit …