Vaksin Flu To The Rescue, Happy Kids with Flu No Worries.

Kenapa Harus Vaksin

Kenapa Harus Vaksin?

Orang tua mana yang mau anaknya sakit. Pasti jawabannya: NGGAK ADA.

Sebagai orang tua, ((( kita ))) ingin melakukan apapun untuk menjaga kesehatan anak seperti menjaga kebersihan, menyiapkan makanan yang bernutrisi, membiasakan anak tidur cukup dan bila perlu memberikan multivitamin. Tapi apakah itu cukup?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, udah pada tahu kan kalau kebutuhan dasar anak terutama balita adalah bermain dan explore lingkungan di sekitarnya. Nggak mungkin dong ya kita batasi dia bermain di playground atau larang dia kotor-kotoran selagi bermain di alam terbuka.

Yuk, balik lagi ke pertanyaan pertama, apakah yang kita lakukan di rumah sudah cukup untuk menjaga kesehatan anak? Jawabannya belum cukup! Jadi, gimana dong? Nah, cara lain untuk menjaga kesehatan anak adalah membentuk imunitas anak dengan cara vaksinasi.

Vaksin Untuk Balita

Vaksin berisi kuman yang telah dilemahkan. Dilansir dari KidsHealth, kuman dapat berupa virus atau bakteri. Menurut IDAI, kekebalan dapat disalurkan oleh ibu ke bayi yang dikandung tetapi tidak berlangsung lama. Begitu sudah lahir, si anak akan memiliki kekebalan tubuh sendiri.

Tapi, Marimar, harga vaksin kan mahal? Kalau aku menganggap vaksin ini “investasi untuk kesehatan”. Mungkin tidak langsung dirasakan saat itu juga tapi bermanfaat untuk jangka panjang.

FYI aja, Puskesmas menyediakan vaksin gratis untuk vaksin-vaksin yang sifatnya wajib lho. Coba cek deh di puskesmas dekat rumah kamu dan jangan lupa cek juga, ada jadwal vaksin anak yang ketinggalan nggak? Buru-buru catch up ya, jangan jadi nggak vaksin sama sekali!

jadwal vaksin IDAI terbaru
sumber: IDAI.or.id

Vaksin Influenza

Salah satu vaksin untuk balita adalah vaksin influenza. Bukan vaksin wajib tapi dianjurkan oleh IDAI. Ada yang baru tahu tentang vaksin ini?

Polling Vaksin Flu
Aku sih udah #shombong
Polling Vaksin Flu
Hasil survey kecil-kecilan di IG

Sini aku kasih tahu mumpung baru dapat ilmunya dari Dokter Attila Dewanti Sp.A(K) di acara Blogger Gathering “Happy Kids, with No Flu Worries” yang diadakan oleh The Asianparent Indonesia dan Sanofi Pasteur (@kenapaharusvaksin) tanggal 10 November di Paradigma Kafe, Cikini.

Pengertian Flu dan Jenis Vaksin Flu

Flu/Influenza adalah penyakit pernapasan yang menular dan disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus flu dapat bertahan selama 48 jam di ruangan terbuka.

Ada dua jenis vaksin influenza, yakni trivalent (3 strains) dan quadrivalent (4 strains). Vaksin influenza trivalent merupakan vaksin dengan kandungan virus influenza A (H1N1 dan H3N2), serta virus influenza B. Dan vaksin influenza jenis quadrivalent mengandung dua virus influenza A (H1N1 dan H3N2), serta dua virus influenza B. Dokter Atilla Dewanti sendiri merekomendasikan vaksin flu yang 4 strains karena kandungan virusnya lebih banyak.

Opening Speech dari @kenapaharusvaksin

Jujur ya, aku dulu menyepelekan vaksin ini karena menilai urgensinya nggak seberapa. Ah, cuma flu doang. Anakku juga jarang kena flu. Tapi semua itu berubah setelah kehadiran anak kedua dan anak pertama mulai sekolah. Anakku bolak-balik flu. Terus nularin adiknya. Dia sembuh, adiknya flu. Adiknya flu, dia ketularan jadi sakit lagi. Gitu aja terus sampai negara api menyerang. #nggakgituMarimar

Belum lagi kalau dua-duanya sakit barengan! Beuh… pucing pala mamak karena pada rewel dan selera makannya berkurang drastis! Ditambah kasian banget liat hidungnya mampet dan batuk grok-grok. Huhuhu.

Jadi, akhirnya anak-anak vaksin flu deh. Anak pertama vaksin flu di usianya yang ke-4, jadi mesti 2 kali vaksin. Vaksin kedua jeda sebulan dari vaksin pertama. Dikasih vaksin flu untuk dewasa karena sudah di atas 2 tahun. Nah karena mamak nggak mau lagi kelupaan, jadi anak kedua dibarengin aja vaksin sama kakaknya. Anak kedua vaksin flu di usia 18 bulan. Setelahnya diulang setiap tahun. Gapapalah ya, better late than never~

Vaksin flu kedua si kakak, no drama.

Efek Samping Vaksin Flu

Waktu anak pertama vaksin, kebetulan anak kedua sedang demam, baru sehari demamnya. Jadi dokter menyarankan untuk menunda vaksinnya, pantau dan tunggu reda dulu demamnya baru vaksin supaya nggak bingung ini demam karena memang sakit atau karena vaksinnya ya.

Berikut ini efek samping dari vaksin flu:

  1. Suhu badan merendah
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot
  4. Mudah lelah
  5. Mual
  6. Nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan

Kebetulan semua efek samping di atas tidak terjadi pada anak-anakku. Tapi setiap anak kan berbeda ya, jadi nggak ada salahnya untuk tetap menyiapkan home treatment dan obat untuk mengatasi efek samping dari vaksin flu.

Cegah Flu Dengan Vaksin

Tahu nggak kalau dalam setahun orang dewasa bisa 2 kali terkena flu dan anak kecil bisa 4 kali terkena flu? Bisa lebih sering jika di sekitarnya juga flu, jadi muter-muter aja tuh virusnya nggak beres-beres.

Aku juga dapat insight dari cerita Amih Monda bahwa yang divaksin flu bukan anaknya aja tapi orang-orang di sekitarnya juga seperti orang tua dan pengasuh anak. Hal ini dibenarkan oleh dokter Attila, karena seseorang bisa saja menginfeksi orang lain 1 hari sebelum gejala flu berkembang hingga 5-7 hari setelah benar-benar sakit. Inget kalau daya tahan virus di ruangan terbuka itu lama lho!

Perbedaan Gejala Flu dan Common Cold

Nah tambahan pengetahuan lagi nih, kalau aku sih udah tahu karena pernah ikutan PESAT yang diadakan Milis Sehat #shombongkawMarimar

Dr. Attila Dewanti menjelaskan perbedaan Common Cold dan Flu

Flu sendiri sebenarnya dapat sembuh sendiri tanpa bantuan obat apalagi antibiotik karena penyebab flu adalah virus bukan bakteri. Sepenting apa sih vaksin flu? Apakah setelah vaksin flu udah pasti nggak bakalan sakit flu lagi? YA NGGAK GITU! #kokngegasBun

Perbedaan Common Cold dengan Flu Berdasarkan Pemaparan Dokter Attila Dewanti

Menurut dokter Attila, virus flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, ngeri kan? Dengan vaksin, kita dapat mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Berdasarkan pengalaman daku sih ya, anak-anak setelah divaksin flu jadi nggak bolak-balik flu. Kalaupun kena flu, gejalanya nggak berat dan sembuh lebih cepat.

Apakah Vaksin Aman?

Dilansir dari IDAI, vaksin aman dan efektik karena proses produksi vaksin melalui riset yang panjang menggunakan standar Good Clinical Practive serta berdasar etik yang ketat.

Meski telah dilisensi, vaksin tetap dipantau baik oleh pemerintah melalui Badan POM, maupun badan independen lain yang kompeten, seperti KOMNAS PP KIPI.

Semoga apa yang aku bagikan ini bisa bermanfaat dan mencerahkan ya! Pengennya sih bisa membuat para orang tua tergerak untuk memberikan vaksin flu untuk anaknya, selain vaksin-vaksin wajib. Rencananya pas ulang tahun nanti mau menghadiahi diri sendiri dengan vaksin flu ah (biar nggak lupa tanggal buat ngulang tiap tahun).

Thank you The Asianparents Indonesia dan Sanofi Pasteur yang sudah mengundang aku ke Blogger Gathering “Happy Kids, with No Flu Worries”. Jadi dapat insight baru mengenai Vaksin Influenza, tentunya nggak ketinggalan sesi rumpi dan foto-foto cantik bareng buibuk kesayangan yang banyak membersamai masa-masa nyambat motherhood-ku.

buibuksocmed
@buibuksocmed feat dokter Attila Dewanti

Hayo, absen sini yang sudah vaksin flu diri sendiri dan anaknya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.