Yuk, Cari Tahu Faktor Penyebab Anak Jadi Rewel!

penyebab anak rewel

Refleksi Diri

Saat fisik dan pikiran kita kelelahan, sumbu sabar bisa jadi pendek banget. Eh ini apa jangan-jangan aku doang lagi? Hahaha. But yes, I become more sensitive these days. Ada sesuatu yang nggak sesuai rencana jadi cepat banget kecewanya. Anak lagi rewel, kepancing juga buat emosi. Padahal kalau lagi normal mode: on sih semua bisa sans aja alias santai menghadapinya.

Tarik nafas, hembuskan..

Saat masa tenang seperti ini, aku jadi refleksi diri dan menemukan hal-hal yang bikin aku bisa sedikit lebih sans dan lebih woles. Misalnya, nggak aktif dulu di social media sendiri (karena kalau nggak aktif di social media klien, daku bisa dipecat, wqwq). Terus, mamam enak tanpa masak sendiri! Yes, it really works (dadah-dadah sama saldo rekening). Atau panggil spa ke rumah terus pijat-pijat cantik. Intinya ya buk, cari cara yang bikin kita happy dulu nih. Kalau mood udah happy, dijamin kita bisa lebih menerapkan apa yang namanya gentle parenting saat menghadapi anak rewel. Nggak cuma menghadapi, kita juga bisa jadi lebih sabar saat mencari tahu dan mengenali apa faktor penyebab anak-anak rewel.

Penyebab Anak-anak Rewel 

Kenapa sih anak bisa rewel? Karena mereka belum bisa melabeli apa yang mereka rasakan, apalagi di bawah umur 5 tahun yang kosakatanya belum banyak-banyak amat. Rewel itu merupakan bentuk komunikasi mereka terhadap kita. Penyebabnya apa aja sih? 

1.Sakit

Saat anak menempel lebih lama dan lebih sering dari biasanya disertai tangisan yang tak kunjung henti ada kemungkinan bahwa dia sedang merasakan sesuatu yang nggak nyaman. Coba cek suhu tubuhnya dan amati apakah anak masih aktif seperti biasanya atau tidak.

Sedihnya anak sakit melebih sedih saat diputusin pacar 🙁

Solusinya:

a. Melakukan treatment sesuai dengan gejala-gejala sakit yang muncul pada anak. Beri paracetamol dengan dosis 10mg x berat badan anak saat demam di atas 38℃.

b. Mandi air hangat tetap dibolehkan selama demam

c. Jangan memakai baju yang sirkulasi udaranya kurang.

Demam lebih 3 hari atau demam naik turun silahkan bawa ke dokter. Kalo kata dokter Apin, “Selama sakitnya common cold atau flu mah resepnya cumabanyakin gendong sama banyakin sabar”. Gratis tapi lelah hamba dok. Haha.

2.Night Terror

Buset seram amat ya namanya. Percayalah yang mengalaminya juga serem. Kebayang nggak, lagi enak-enak tidur ye kan, tahu-tahu tengah malem atau menjelang subuh tiba-tiba si anak nangis kejer. Dipeluk, berontak. Diusap-usap badan dan kepalanya malah ditepis tanganku. Nothing can comfort her. Tambah lelaaaah kan, terus aku browsing deh:

Night terrors are a type of sleep disturbance.

A child having a night terror may suddenly bolt upright in bed, cry, scream, moan, mumble, and thrash about with his eyes wide open without being truly awake.

Because he’s caught in a sort of a twilight zone between being asleep and awake, he’s unaware of your presence and isn’t likely to respond to anything you say or do.

Solusinya (masih menurut website yang sama):

a. Jangan  coba membangunkan anak atau melakukan hal-hal yang kita pikir akan membuatnya nyaman dan berhenti menangis. Yang ada si anak malah tambah nangis dan tambah lama berhenti nangisnya.

b. Sabar menunggu anak tenang dengan sendirinya sembari memastikan tidak ada barang atau benda berbahaya di sekelilingnya..

c. Ada kemungkinan anak yang mengalami Night Terrors akan mengalami gangguan tidur sambil berjalan. Oleh karenanya, pastikan kamar bersih, tidak ada mainan atau cairan di lantai yang berceceran, dan jangan lupa kunci jendela dan pintu.

 3.Gangguan Pencernaan

Nggak usah anak kecil, orang dewasa kena gangguan pencernaan juga nggak enak banget kan rasanya. Cuma bedanya, nggak bisa rewel aja kita. Hehe.

Pernah suatu waktu, kami pulang dari mall. Di mobil, anak saya terlihat gelisah. Dia coba memejamkan mata namun tidak bisa tidur juga. Sekujur badannya keringatan. Nggak berapa lama, eh dia muntah!

Untung pas muntah lagi dipangku bapaknya :’)

Saya panik kan ya. Sampai di rumah saya cek suhu badannya pakai termometer tapi hasilnya normal. Entah karena makanan atau minuman yang dia konsumsi hari itu atau memang badannya lagi nggak fit aja. Semenjak saat itu saya lebih aware sama makanan dan minuman yang dia konsumsi.

Solusinya:

a. Kalau sudah sedemikian mengganggu, tentu saja harus ke dokter anak.

b. Membuat food diary saat anak mengalami reaksi yang tidak wajar setelah mengonsumsi sesuatu atau saat frekuensi buang air besar dan teksturnya berubah.

Asupan Nutrisi Tambahan Untuk Anak

Terkait dengan asupan nutrisi tambahan untuk anak, sudah pada tahu belum kalau kandungan Bebelac Gold 3 ini tinggi serat dan dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak?

Nah, kandungan Tinggi Serat ini bisa mendukung perut anak agar menghasilkan 7 kehebatan perut, seperti:

1.Pencernaan yang nyaman karena saluran cernanya berfungsi dengan baik. Ketidaknyamanan pada pencernaan dapat membuat anak rewel, menangis, muntah atau gangguan defekasi.

2.Penyerapan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak.

3.Pencernaan lancar yang ditandai dengan pola Buang Air Besar (frekuensi, konsistensi dan warna feses) yang sesuai dengan usianya.

4.Perlindungan alami, 70% sel daya tahan tubuh berada di saluran cerna fungsinya dipengaruhi oleh keberadaan makanan dan mikroorganisme di dalamnya. Saluran cerna melindungi anak dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat faktor luar tubuh seperti bakteri dan virus, juga dari dalam tubuh seperti kanker dan penyakit autoimun.

5.Saluran cerna yang baik akan mendukung tumbuh kembang anak menjadi optimal.

6.Mikroflora baik (bifidobakteria dan atau lactobasillus) di dalam saluran cerna dapat mempengaruhi sistem saraf untuk melepaskan neotransmitter yang memberikan sinyal ke otak. Jumlah neotransmitter ini akan mempengaruhi kecepatan otak dalam memberikan respon terhadap rangsangan yangd iterima. Anak bisa jadi lebih cepat tanggap.

7.Hormon serotonin sebanyak 95% yang ada di saluran cerna merupakan neotransmitter utama sehingga otak mendapat sinyal untuk mengatur suasana hati, selera makan, tidur dan ingatan. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental, emosional dan kognitif anak.

Menyadari pentingnya kesehatan saluran cerna, baru-baru ini aku kasih Bebelac Gold 3 dengan Tinggi Serat sebagai asupan nutrisi tambahan untuk anakku. Secara kurva pertumbuhan, anakku berada di kurva yang aman. Tahap perkembangan dan pola Buang Air Besarnya juga sudah sesuai dengan usianya which is (ter-Jaksel) termasuk dong ya ke dalam kategori 7 kehebatan perut.

Pretend Play, salah satu tahapan perkembangan anak usianya.

Balik lagi ke persoalan anak yang rewel. Nggak ada anak yang adem ayem aja sih ya, anakku yang gentle-birth juga ada rewelnya kok (maaf sekadar share aja bukannya nyindir seseartis). Yang paling penting kita sebagai orang tua tahu bisa mengetahui dan mengenali apa sih faktor penyebab anak jadi rewel. Rewel karena faktor yang jelas aja bikin senep ya, gimana yang rewelnya gara-gara hal nggak jelas.

Buat buibuk yang masih gundah gulana, resah gelisah, dan bingung dalam mencari asupan nutrisi tambahan untuk anak, bisa mencoba Bebelac Gold 3 dengan Tinggi Serat ini. Nanti berbagi cerita sama aku ya! Semoga anak-anak kita senantiasa sehat ya! Ada Aamiin?

Leave a Reply

Your email address will not be published.